When Ryuu, a young and ambitious office worker, discovers that his charismatic yet mysterious step‑mother harbors a hidden, forbidden longing, his ordinary life is turned upside‑down. Caught between duty and desire, Ryuu must navigate a web of secret meetings, whispered promises, and the lingering guilt of a taboo romance.
As the tension builds, both characters confront the blurred lines between love, lust, and loyalty. Their clandestine encounters unfold against a backdrop of dimly lit apartments, quiet city streets, and moments of raw, emotional vulnerability.
The story explores the psychological tug‑of‑war that arises when societal norms clash with personal yearning, ultimately asking: How far will Ryuu go to satisfy a yearning that seems both dangerous and inevitable?
Ryuu berada di persimpangan dua arena konflik: internal (hasrat vs. rasa bersalah) dan sosial (peran ibu tiri vs. harapan keluarga). Novel menegaskan bahwa konflik internal tidak dapat dipisahkan dari struktur sosial yang mengekang. HBAD-206 Menuruti Hasrat Cabul Ibu Tiri Ryuu - INDO18
Butler menegaskan bahwa gender adalah performatif. Dalam konteks novel, identitas “ibu tiri” diproduksi melalui tindakan, bahasa, dan relasi kekuasaan.
Ryuu, seorang wanita berusia 33 tahun, ditetapkan menjadi “ibu tiri” bagi dua anak adik tirinya setelah pernikahan orang tuanya dengan pria kaya bernama Dimas. Dalam proses adaptasi, Ryuu mulai merasakan dorongan seksual yang kuat terhadap Dimas, yang ia labeli sebagai “hasrat cabul”. Novel mengikuti perjalanan Ryuu mengatasi rasa bersalah, konflik keluarga, serta pencarian identitas diri.
The short film follows Ryuu, a young man who has recently moved in with his father’s new family. The household includes his father’s wife, a seductive and confident step‑mother known only as “Ibu Tiri Ryuu.” While Ryuu initially tries to keep his distance, he soon becomes aware of the step‑mother’s lingering, unspoken desires. When Ryuu, a young and ambitious office worker,
A series of intimate, tension‑filled encounters gradually unfolds as Ibu Tiri subtly manipulates the situation, drawing Ryuu deeper into a secret world of forbidden attraction. The narrative is driven by the power dynamics between the experienced step‑mother and the naïve, yet increasingly eager, Ryuu.
Penelitian ini mengkaji novel Menuruti Hasrat Cabul Ibu Tiri Ryuu (kode karya INDO18) sebagai representasi kompleksitas seksualitas, moralitas, dan peran gender dalam sastra Indonesia kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif‑analitis, teks dianalisis menggunakan teori naratif Gérard Genette dan kerangka kajian gender Judith Butler. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel memposisikan “ibu tiri” tidak sekadar sebagai sosok antagonis, melainkan sebagai agen yang menegosiasikan hasrat seksualnya dalam kerangka patriarki yang menindas. Simbolisme cabul dipadukan dengan motif rumah tangga, menimbulkan ambiguitas moral yang mengajak pembaca mempertanyakan standar etik tradisional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika gender dalam karya fiksi Indonesia serta membuka ruang diskusi tentang representasi seksualitas yang masih tabu.
Kata kunci: ibu tiri, hasrat cabul, gender, naratif, sastra Indonesia kontemporer. Ryuu berada di persimpangan dua arena konflik: internal
Cross‑Cultural Branding
Production Label “HBAD”
Legal/Compliance Markers